Transportasi Udara, Laut Sultra Semakin Maju

Posted: Feb 15, 2014 Kategori: Opini


Transportasi Udara, Laut Sultra Semakin Maju

Kepemimpinan Nur Alam-Saleh Lasata selama kurun waktu enam tahun terakhir 2008-2014 telah melakukan terobosan konkrit dalam peningkatan failitas bandara yakni perluasan dan perpanjangan landasan pacu Bandar Udara yang ada di Sultra. Diakhir tahun 2011, terdapat enam bandara yang selesai pembangunannya masing-masing Bandara Haluoleo Kendari, Bandara Betoambari Baubau, Bandara Matohara Wakatobi, Bandara Sangia Nibandera Kolaka, Bandara Sugimanuru Raha, dan Bandara khusus Maranggo di Tomia.

Kebijakan pembangunan transportasi udara ini sangat menunjang pembangunan di Prov Sultra. Untuk peningkatan fasilitas Bandara Haluoleo pada tahun 2009, dilakukan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu dari 30 M menjadi 45 M dengan alokasi anggaran sebesar Rp 24,4 miliar. Tahun 2010 dilakukan perpanjangan landasan pacu dari 2.250 M menjadi 2.500 M dengan alokasi anggaran sebesar Rp 8 milyar. Pada tahun 2011 pembangunan perluasan apron dari 195 x 91 M menjadi 234 x 113 M, alokasi anggaran sebesar Rp 10,237 miliar.

Pembangunan pelapisan run way sepanjang 1000 M alokasi anggaran tahun 2011 sebesar Rp 15,345 miliar. Penataan ruang lantai II terminal guna pemanfaatan kedatangan dan keberangkatan menggunakan garbarata, alokasi anggaran tahun 2011 sebesar Rp 14,344 miliar dan pengadaan garbarata 2 unit, alokasi anggaran sebesar Rp 22 miliar.

Berdasarkan data manifes, tahun 2011 penumpang berangkat perhari rata-rata mencapai 1.700 orang penumpang tiba rata-rata 1.679 orang. Dengan demikian dalam setahun penumpang berangkat rata-rata 612 orang dan penumpang tiba rata-rata 607.680 orang. Jika dibandingkan pada tahun 2008-2010, pertumbuhan jumlah penumpang berangkat dan penumpang tiba melalui bandara Haluoleo meningkat cukup signifikan.

Disisi lain dari pergerakan penumpang, penerimaan PAD yang bersumber dari airpotax dll fasilitas sisi darat sampai dengan bulan November 2011 sebesar Rp 4.367.393.000 miliar atau ada peningkatan dari tahun 2010. Selain PAD dari sektor transportasi udara sumber PAD juga bersumber dari sektor transportasi darat, transportasi penyeberangan dan transportasi laut. Jika dicermati capaian pembangunan enam tahun terakhir di sektor perhubungan Sultra menunjukan kemajuan yang signifikan.

Pelabuhan Kontainer Bungkutoko Siap Beroperasi

Jika dulu hasil sumber daya alam perkebunan dan pertanian asal Sultra harus melalui Makasar, kini Sultra telah punya pelabuhan kontainer. Gubernur Sultra H. Nur Alam SE telah meresmikan pelabuhan Kontainer Bungkutoko Talia Kendari tahun 2012 lalu.

Tahap pelaksanaan kegiatan pembangunan dermaga multiprose pelabuhan Kontainer Bungkutoko Talia Kendari tahap I dimulai tahun 2009 meliputi pekerjaan lahan 125 M x 200 M, causeway 150 x 8 M, trestle 50 M x 8 M, menelan anggaran Rp 24 miliar. Pembangunan tahap II tahun 2010 Rp 20 miliar meliputi pekerjaan lahan 125 M x 200 M, base course causeway, trestle 156 x 8 M.

Pembangunan tahap III tahun 2011 Rp 28 miliar meliputi rabat beton causeway, penyelesaian lantai trestle, dermaga 50 x 20 M. Untuk tahap IV tahun 2012 Rp 30 miliar, meliputi pekerjaan fasilitas fasilitas darat dermaga dan jalan-jakan lingkungan, dermaga 100 M x 8 M. Sementara APBN-P tahun anggaran 2012 Rp 9, 435 meliputi pekerjaan pengadaan tiang pancang baja. Untuk pembangunan pengembangan parkiran jumlah dana sebesar Rp 200 miliar. (Fany)
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.