
GAMBARAN UMUM
POTENSI PEREKONOMIAN
Sulawesi Tenggara terdiri dari Jazirah dan Kepulauan dengan luas wilayah 38.140 km2. dan wilayah perairan (laut) diperkirakan 110.000 km2 atau sekitar 2,8 kali lebih luas dibanding dengan daratan. Suatu perbandingan kepemilikan sumberdaya alam antara laut dan darat yang merupakan suatu potensi sumberdaya alam yang menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakat. Selain itu letak Sulawesi Tenggara yang berada pada garis Wallasea (Wallacea), mengakibatkan hidupnya berbagai jenis flora dan fauna endemik, yang juga merupakan potensi sumberdaya ekonomi untuk dikelola secara langsung maupun dalam bentuk jasa parawisata.
A. POTENSI SUMBERDAYA PEREKONOMIAN
Data-data potensi sumberdaya alam yang dimiliki merupakan data dari berbagai sumber resmi hingga Tahun 2005, secara umum digambarkan sebagai berikut :
1. Potensi Daratan :
a. Saat ini Sulawesi Tenggara memiliki lahan perkebunan yang terdiri dari :
1) Perkebunan Kakao seluas 191.857 ha dengan produksi per tahun 126.812 ton
2) Perkebunan Mete seluas 120.716 ha dengan total produksi 35.376 ha ton per tahun
3) Perkebunan Kelapa seluas 50.378 ha dengan total produksi kopra 27.225 ton per tahun
4) Perkebunan Cengkeh seluas 7.634 ha dengan total produksi 15.532 ton per tahun
5) Perkebunan Merica seluas 12.806 ha dengan total produksi 2.733 ton per tahun
6) Perkebunan Kopi seluas 10.710 ha dengan total produksi 4.118 ton per tahun
b. Lahan pertanian tanaman pangan yang meliputi :
1) Sawah seluas 90.730 ha dengan total produksi 311.038 ton per tahun
2) Lading seluas 92.067 ha dengan total produksi 28.809 ton per tahun
3) Ubi-ubian, Ubi kayu dan ubi jalar seluas 17,813 ha dengan total produksi 281.290 ton per tahun
4) Jagung seluas 32.665 ha dengan total produksi 73.153 ton per tahun
c. Kehutanan
1) Produksi kayu jati dalam bentuk log 23.057 m3 dan kayu gergajian adalah 6.627 m3
2) Produksi katu rimba dalam bentuk log 41.875 m3. Dan dalam bentuk kayu gergajian adalah 17.735 m3.
3) Potensi rotan adalah 9.236 m3.
d. Peternakan
1) Jumlah ternak besar (sapi, kerbau, kuda) tercatat 226.432 ekor, dengan total produksi daging 4.189.029 kg
2) Jumlah ternak kecil (kambing, domba, dan babi) tercatat 113.332 ekor, dengan total produksi daging 883,816 kg
3) Jumlah ternak unggas lokal tercatat 8.217.201 ekor, dengan total produksi daging 8.475.040 kg dan produksi telur 5.282.512 butir
4) Jumlah renak unggas ayam ras 885.773 ekor, dengan total produksi telur 615.568 butir
e. Produksi perikanan darat pada tahun 2005 tercatat 4.532 ton dengan nilai produksi Rp. 36.042.452,-
2. Potensi Laut
Dengan panjang garis pantai 1.740 km dan total luas perairan laut 108.00 km2. Serta terletak pada kawasan garis Wallasea, maka Provinsi memiliki berbagai kekayaan biota laut dengan nilai ekonomi dan nilai estetika yang tinggi. Potensi ini perlu dimanfaatkan dengan memperhatikan faktor-faktor pelestarian, sehingga dapat menjadi andalan dalam peningkatan kesejahteraan sosial ekomoni. Beberapa potensi laut dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Jumlah armada tangkap berupa perahu tanpa motor dan yang bermotor dengan berbagai ukuran 21.000 unit dengan total tangkapan ikan 165.000 ton per tahun atau 66% dari total potensi lestari 250.000 ton/tahun.
b. Jumlah perusahaan hasil laut (teripang, mata tujuh dan lain-lain 8 unit dengan total produksi 12,8 ton per tahun.
c. Produksi perikanan laut pada tahun 2005 tercatat 188.472 ton dengan nilai produksi Rp. 113.451.782.000,-
d. Disamping itu masih terdapat potensi budaya komoditas perairan laut yang belum terdata dengan baik.
3. Pertambangan
a. Perusahaan pertambangan golongan C yang dikelola oleh masyarakat,
b. Pertambangan dan pembakaran kapur
c. Pertambangan aspal dengan total produksi 1.080 ton per tahun
d. Pertambangan niekel dengan total produksi biji niekel 1.426.672 ton per tahun
4. Industri manufaktur 78 unit dengan total produksi 4.628 ton per tahun.
5. Jumlah usaha perdagangan besar 12 unit, menengah 42 unit dan kecil 108 unit
Dengan total penduduk masyarakat Sulawesi Tenggara 1,8 juta jiwa maka sumberdaya yang melimpah seperti disebutkan diatas memungkinkan untuk dikembangkan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah. Hal ini tentu saja memerlukan pemikiran yang arif dan berkepihakan kepada masyarakat terutama masyarakat di desa-desa karena mereka sangat dekat dan berada di sekitar sumberdaya alam yang melimpah itu.
B. KONDISI INFRASTRUKTUR
Harus diakui bahwa walaupun telah banyak usaha untuk meningkatkan sarana prasarana wilayah maupun sarana prasarana desa tetapi masih dirasakan belum mampu untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat. Kondisi jalan, jembatan, dermaga dan bandara masih sangat terbatas baik secara kuntitas maupun kualitas. Sebagai wilayah yang terdiri dari jazirah dan kepulauan maka diperlukan infrastruktur jalan, jembatan dan dermaga serta fasilitas pendukung seperti terminal dan pergudangan. Hal ini diperlukan dalam rangka meningkatkan layanan transportasi yang memadai sehingga mampu memperlancar arus penumpang, barang dan jasa yang merupakan persyaratan utama mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat dan daerah.
Panjang jalan berdasarkan status jalan adalah sebagai berikut :
1. Total panjang jalan nasional di Sulawesi Tenggara adalah 1.293 km
2. Total panjang jalan provinsi adalah 488 km
3. Total jalan kabupaten/kota adalah 5.482 km.
Atau total panjang jalan di Sulawesi Tenggara adalah 7.263 km
Sedang berdasarkan kondisinya keadaan jalan di Sulawesi Tenggara adalah sebagai berikut :
1. Kondisi rusak sedang 1.154 km
2. Kondisi rusak 958 km
3. Kondisi rusak berat 1.435 km
Atau total panjang jalan perlu diperbaiki adalah 3.499 km, sekitar 51%.
Dibandingkan dengan luas wilayah dan potensi pengembangan perekonomian yang ada maka panjang dan kondisi jalan di Provinsi Sulawesi Tenggara masih diperlu ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas.
Sebagai provinsi dengan luas perairan laut yang cukup luas maka peranan dermaga sangatlah vital. Jumlah dermaga dan armada laut bagi daerah-daerah pesisir dan kepulauan memegang peranan penting dalam pengembangan perekonomian masyarakat. Gambaran tentang kondisi dan sebaran dermaga di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah sebagai berikut :
Status Dermaga
Kabupaten Nasional Lokal Swasta Khusus
Kolaka Utara 1 3 3 3
Kolaka 1 6 1 11
Konawe 1 3 1 5
Konawe Selatan 1 4 2 2
Kota Kendari 4 - - 8
Bombana 1 3 2 2
Muna 1 8 4 3
Kota Bau-Bau 2 - - 16
Buton 1 4 3 6
Wakatobi 1 4 2 3
Jumlah 14 38 18 59
Saat ini terdapat 1.841 desa dan 180 kecamatan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari sejumlah tersebut belum semua desa dan beberapa kecamatan telah memiliki sarana perkantoran dan balai desa yang berfungsi dengan baik untuk pelayanan masyarakat, minimal tersedia monografi desa dan kecamatan yang dapat memberikan informasi secara akurat, dengan data yang selalu diperbaharui setiep tahun. Seperti halnya sarana prasarana pemerintahan, maka sarana prasarana ekonomi seperti pasar-pasar desa dan kecamatan, fasilitas terminal dan pergudangan juga perlu mendapat perhatian, dimana pasar-pasar desa dan kecamatan minimal harus dapat berfungsi sebagai simpul-simpul tataniaga komoditas yang dimilikinya. Pengembangan pasar desa dan kecamatan juga diharapkan akan memacu transaksi ekonomi di tingkat desa dan kecamatan, yang berarti akan mendorong perputaran uang dalam masyarakat. Gambaran mengenai sebaran sarana prasarana pasar sebagai berikut :
Sarana Prasarana Pasar
Kabupaten Pasar Sentral Pasar Kecamatan Pasar Desa Pasar Grosir
Kolaka Utara 1 3 3 3
Kolaka 1 6 1 11
Konawe 1 3 1 5
Konawe Selatan 1 4 2 2
Kota Kendari 4 - - 8
Bombana 1 3 2 2
Muna 1 8 4 3
Kota Bau-Bau 2 - - 16
Buton 1 4 3 6
Wakatobi 1 4 2 3
Jumlah 14 38 18 59
C.KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
Data statistik menunjukkan bahwa jumlah keluarga miskin di Sulawesi Tenggara sekitar 7.200 kk, atau meliputi 21,33% dari total keluarga di Sulawesi Tenggara. Kondisi ini sangat bertantangan dengan kekayaan Sulawesi Tenggara yang cukup melimpah bila dibanding dengan jumlah penduduk yang hanya sekitar 1,8 juta jiwa. Dan juga bila dibandingkan dengan total APBD di 10 Kabupaten dan Provinsi pada Tahun 2007 yang mencapai Rp. 4,4 triliyun.
Secara visual kemiskinan yang terjadi dalam masyarakat juga dapat dilihat dari kondisi lingkungan permukiman dan perumahan serta masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan secara memadai, termasuk pelayanan air bersih dan listrik. Berdasarkan data statistik untuk sekolah dasar rasio guru terhadap sekolah sebanyak 6 orang, murid terhadap sekolah 157 orang, murid terhadap guru 25 orang. Untuk tingkat SLTP, rasio guru terhadap sekolah 21 orang, murid terhadap sekolah 310 orang dan murid terhadap guru 15 orang. Sedang untuk tingkat SLTA rasio guru terhadap sekolah 24 orang orang, murid terhadap sekolah 371 orang dan murid terhadap guru 15 orang. Beberapa indikator penting seperti angka partisipasi murni, angka putus tidak tersedia pada buku Sulawesi Tenggara Dalam Angka 2005/2006.
Dalam sisi kualitas kesehatan masyarakat sampai saat ini 10 penyakit utama masyarakat masih didominasi dengan penyakit-penyakit menular penyakit yang berhubungan dengan sanitasi lingkungan seperti diare, malaria, dan ispa masih tinggi. Sedang indikator kesehatan lainnya seperti angka kematian ibu dan bayi per kelahiran juga tidak tersedia pada buku Sulawesi Tenggara Dalam Angka Tahun 2005/2006. Hal ini memerlukan sistem pendataan yang lebih baik dan juga intervensi program pembangunan kesehatan yang lebih tepat sasaran dan berhasil guna.
D. KONDISI SOSIAL BUDAYA
Provinsi Sulawesi Tenggara juga terkenal dengan keragaman adat istiadat, kesenian da bahasa. Selain itu juga terdapat berbagai situs purbakala dengan nilai sejarah yang tinggi. Kekayaan seni budaya dan adat istiadat serta situs budaya merupakan potensi parawisata yang perlu dikembangkan sejalan dengan semakin berkembangnya keparawisataan secara nasional maupun iternasional.
MASALAH, PELUANG DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN
1.Permasalahan
Mencermati potensi sumberdaya alam yang tersedia baik didarat maupun dilaut dan potensi sosial ekonomi yang telah terbangun selama ini maka permasalahan pokok yang dihadapi adalah bagaimana mengembangkan potensi yang ada melalui sistem manajemen pemeritahan yang lebih berpihak pada masyarakat serta dengan mengarahkan sumberdaya yang dimiliki untuk dikembangkan melalui program-program pembangunan masyarakat bersifat pragmatis da memecahkan persoalan yang dihadapi, terutama di desa-desa.
Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat di pedesaan Sulawesi Tenggara yang bermatapencaharian sebagai petani umumnya memiliki lahan yang cukup luas dengan berbagai komoditas perkebunan yang diusahakannya. Tetapi tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi itu tidak dapat memberikan kesejahteraan kepada mereka karena berbagai persoalan kebutuhan hidup yang mendesak, sehingga mereka terpaksa menjual hasilnya dengan harga murah. Hal yang sama juga terjadi bagi para nelayan tangkap maupun nelayan tambak dan budidaya laut lainnya.
Keterbatasan informasi pasar, kekurangan modal, rendahnya keterampilan dan teknologi pengolahan, jeratan tengkulak dan terbatasnya pilihan untuk memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki merupakan persoalan klasik yang harus ditangani dengan serius. Selain itu mahal dan terbatasnaya transportasi menyebabakan masyarakat di pedesaan hanya dapat memasarkan hasilnya dengan harga yang rendah sehingga mengurangi minat dan kemampuan untuk meningkatkan produksinya.
Redahnya kapasitas aparat desa dan kecamatan terutama di daerah terpencil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat juga merupakan permasalahan yang perlu diatasi agar masyarakat dapat merasakan pelayanan pemerintahan secara optimal berdasarkan ketentuan standar pelayanan minimum. Dengan demikian maka ada beberapa permasalahan pokok yang mendapat prioritas penanganan pembangunan dalam lima tahun ke depan yaitu :
a. Meningkatkan kapasitas aparat desa dan kecamatan serta fasilitas pendukung dan insentifnya
b. Mengembangkan jarigan tataniaga komoditas masyarakat, menyediakan informasi pasar serta mengembangkan jaringan transportasi untuk mendukung kelancaran arus penumpang, barang dan jasa, serta menciptakan iklim berusaha dan investasi yang kondusif.
c. Mempercepat dan mengembangkan pembangunan infrastruktur wilayah, infrastruktur perekonomian dan infrastruktur pelayanan umum (kesehatan; pendidikan dan pemerintahan)
2. Analisis Faktor Internal dan Eksternal
a. Faktor Internal
1) Kekuatan
Beberapa kekuatan yang baik potensi sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia serta sumberdaya sosial lainnya yang dimiliki Sulawesi Tenggara seperti :
- Potensi pengembangan budidaya pertanian dalam arti luas yaitu pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.
- Potensi kehutanan baik hutan alam maupun hutan tanaman (terutama jati).
- Potensi pertambangan niekel, pasir kuarsa, dan minyak bumi.
- Potensi perikanan tambak ikan dan udang.
- Potensi perikanan tangkap.
- Potensi hasil laut selain ikan.
- Potensi budidaya perikanan laut.
- Potesi sumberdaya parawisata hoga dan wisata budaya keraton Buton serta situs budaya lainnya yang bernilai sejarah.
- Potensi sumberdaya manusia seperti petani dan nelayan yang cukup terampil.
- Akses terhadap pasar yang cukup baik.
- Ketersediaan sumber-sumber keuangan untuk modal usaha.
- Keberadaan lembaga pemerintah hingga ke daerah terpecil.
- Akses keseluruh wilayah yang relatif terbuka dan dapat terjangkau.
2) Kelemahan
Beberapa kelemahan yang perlu mendapat perhatian adalah :
- Belum semua usaha masyarakat mendapat akses kepada sumber-sumber keuangan (modal).
- Masih terbatasnya kebijakan pemerintah yang benar-benar berpihak kepada masyarakat di pedesaan.
- Belum tergarapnya sumberdaya yang tersedia secara optimal.
- Masih terbatasnya regulasi untuk mengatur dan mengembangkan potensi sumberdaya untuk kesejahteraan masyarkat.
- Belum tertatanya jaringan tataniaga yang memungkinkan para petani dan nelayan dapat menjual hasilnya dengan harga yang menguntungkan.
- Masih terbatasnya infrastruktur wilayah untuk mendukung usaha-usaha ekonomi secara layak (finansial dan ekonomi).
b. Faktor Eksternal
1) Peluang
Beberapa peluang yang perlu dimanfaatkan untuk pembangunan Sulawesi Teggara adalah :
- Beberapa produk pertanian dalam arti luas dan perikanan seperti kakao, merica, ternak sapi, ikan tangkap, ikan kerapu, lobster dan hasil laut lainnya cukup dikenal di pasar nasional maupun internasioal.
- Produksi kehutanan seperti kayu jati yang cukup terkenal di pasar nasional dan internasional.
- Potensi sumberdaya alam daratan dan lautan yang masih sangat memugkinkan untuk dikembangkan.
- Potensi pertambangan aspal, niekel, pasir kuarsa yang sangat memugkinkan untuk dikembangkan.
- Tersedianya lembaga-lembaga keuangan seperti perbankan dan lembaga keuangan nasional di daerah ini.
2) Ancaman
- Kuatnya daya tarik pasar di luar Sulawesi Tenggara yang menyebabkan produksi di daerah ini di jual dan diekspor melalui daerah lain.
- Belum terbentuknya lembaga-lembaga pemasaran yang mampu mempromosikan produksi di daerah ini.
- Masuknya pemodal dan tenaga-tenaga terampil yang mengelola sumberdaya alam di daerah ini secara langsung, sehingga mengurangi peluang masyarakat setempat.
- Beroprasinya kapal-kapal nelayan luar daerah dengan teknologi yang lebih canggih, sehingga masyarakat di daerah ini tidak dapat bersaing.
- Dampak nasionalisasi dan globalisasi perdagangan yang menyebabkan terpuruknya pengusaha dan masyarakat lokal.
BAB IV
VISI DAN MISI
1. VISI
Berdasarkan uraian mengenai kondisi Provinsi Sulawesi Tenggara, masalah, peluang dan tantangan pembangunan ke depan maka visi pembangunan kami dalam membangun Sulawesi Tenggara periode Tahun 2008-2013 adalah :
MEMBANGUN KESEJAHTERAAN
SULAWESI TENGGARA TAHUN 2008 – 2013
Pernyataan visi sebagaimana dikemukakan mengandung makna dan implikasi sebagai berikut :
Sulawesi Teggara adalah merupakan salah satu Provinsi yang terdiri atas jazirah dan kepulauan dengan potensi sumberdaya alam yag cukup melimpah baik sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources) di sekitar kelautan, kehutanan, pertanian dalam arti luas serta sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources), seperti pertambangan. Sumberdaya yang tersedia,Sebagaimana disebutkan pada dasarnya telah dikelola,tetapi belum optimal karena belum memiliki manfaat yang maksimal terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun dalam upaya peningkatan daerah,Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya konkrit,sistematik dan lebih terfokus untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam upaya meningkatkan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat .
Oleh karena itu dalam lima tahun kedepan yaitu periode 2008-2013,upaya –upaya konkrit akan dilakukan dengan membangun potensi sumber daya yang tersedia untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Membangun mengandung makna bangkit,berdiri,bersifat memperbaiki ,membina,mendirikan atau mengadakan sesuatu.Sulawesi tenggara dengan segala potensi yang dimiliki dan seperti yang telah dikelola selama ini,masih perlu upaya yang lebih kuat lagi untuk membangkitkan,membangkitkan,mendirikan dan membina serta memanfaatkan potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi tenggara.
Kesejahteraan mengandung makna keamanan dan keselamatan,kesenagan hidup dan kemakmuran.Sedang sejahtera yang merupakan kata dasar dari kesejahteraan mengandung makna aman ,sentosa dan makmur,selamat ,terlepas dari segala kesukaran serta selamat tak kurang satu apapun.
Berkaitan dengan pernyataan visi pembangunan lima tahun kedepan maka membangun kesejahteraan dimaksudkan adalah dalam rangka memperbaiki,membina serta membangkitkan suatu perikehidupan masyarakat yang aman,sentosa dan makmur dengan mengutamakan pendekatan yang bertumpu pada pembangunan manusia (people centred ),pembangunan pusat-pusat pertumbuhan (grout centred development)
Sebagaimana diketahui bahwa melalui beberapa pendekatan pembangunan yang telah dilakukan oleh para pendahulu,maka secara visual Sulawesi tenggara bukanlah termasuk provinsi yang tertinggal,karena beberapa komoditas yang berasal dari Sulawesi tenggara telah dikenai dipasar nasional bahkan dipasar internasional.Tetapi dilain pihak harus juga diakui bahwa ada beberapa sektor yang masih perlu dikembangkan agar dapat mengejar ketertinggalan atau menyamai provinsi lainya yang telah berkembang.
Pembangunan yang telah dilasanakan selama ini secara umum juga telah memberikan manfaat dalam pembangunan daerah dan juga pembangunan kesejahteraan masyarakat secara umum,Tetapi juga harus diakui bahwa masih ada sector-sektor yang perlu ditingkatkan,termasuk sektor –sektor yang secara langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat,Pembangunan ekonomi yang lebih berpihak pada masyarakat ,Pengembangan pelayanan masyarakat secara cepat dan menyenangkan(pelayanan prima ),penyediaan sarana prasarana pendidikan,kesehatan yang mampu memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat dan pembangunan infrastruktur perhubungan yang memungkinkan tersedianya jasa transportasi secara murah(terjangkau),aman dan nyaman,serta membangun pemerintahan yang melayani masyarakat melalui penerapan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance),Kesemua ini merupakan upaya-upaya yang perlu dipercepat dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat Sulawesi tenggara.
Oleh karena itu periode pembangunan Sulawesi tenggara 2008-2013,merupakan periode membangun kesejahteraan masyarakat secara nyata melalui 1)Pengembangan Kualitas Sumber daya Manusia 2)Revitalisasi Pemerintahan Daerah, 3)Pembangunan ekonomi yang ditekankan pada pembangunan ekonomi masyarakat dengan pendekatan priduksi serta 4) Pengembangan sosial budaya dan 5)Pembangunan infrastuktur dasar untuk mendukung pembangunan ekonomi rakyat dan pelayanan pemerintahan.Upaya-upaya ini akan diuraikan dalam misi pembangunan yang juga merupakan agenda utama pembangunan periode tahun 2008-2013.
2. MISI
Untuk merealisasikan visi pembangunan sebagaimana diuraikan,maka akan dikembangkan tiga agenda utama yang juga merupakan misi pembangunan yaitu:
1. Pengembangan kualitas Sumberdaya Manusia:dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jenjang,meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat untuk pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,sehingga dapat menciptakan insane yang memiliki kualitas intelektual dan kualitas jasmani serta rohani yang baik.
2. Revitalisasi Pemerintahan daerah:dimaksudkan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat,pemerintahan yang trasparan dan akuntabel ,serta aparat pemerintahan yang lebih bersifat mengayomi masyarakat serta bersih dari praktek –praktek kolusi ,korupsi dan nepotisme.
3. Pembanguna Ekonomi :dimaksudkan untuk membangun perekonomian masyarakat secara nyata melalui usaha-usaha pragmatis dengan mendorong pembangunan sector riil,berdasarkan potensi yang berada disekitarnya
4. Pembangunan kebudayaan: dimaksudkan untuk mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan,mengembangkan dan memperkuat citra dan identitas daerah serta mendorong sektor pariwisata yang berorientasi pada pengembangan sumber daya potensi budaya setempat.
5. Mempercepat pengembanmgan infrastruktur :dimaksudkan untuk mengembangkan infrastruktur wilayah secara terpadu dan mengembangkan infrastruktur perekonomian yang mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan serta simpul-simpul tataniaga dan mengembangkan infrastruktur pemerintahan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
BAB V
SETRATEGI DAN
PENDEKATAN PEMBANGUNAN
Secara umum dalam pembangunan lima tahun kedepan akan dilakukan tiga setrategi dan pendekatan pembangunan yaitu
1. Pembangunan yang bertumpu pada manusia (people centred developmen)
Pembangunan yang berfokus pada masyarakat desa berdasarkan potensi yang dimilikinya,melalui prinsip-prinsip pembangunan manusia yaitu:
Produktivitas:masyarakat harus dapat meningkatkan produktifitas mereka dan berpartisipasi secara penuh dalam proses memperoleh penghasilan dan pekerjaan berupa ,oleh karena itu,pertumbuhan ekonomi adalah salah satu bagian dari jenis pembangunan manusia.Ekoitas :masyarakat harus punya akses untuk memporoleh kesempatan yang adil.Semua hambatan terhadap peluang ekonomi dan politik harus dihapus agar masyarakat dapat berpartisipasi didalam dan memperoleh manfaat dari kesempatan-kesempatan ini.
Kesinambungan:akses untuk memporoleh kesempatan harus dipastikan tidak hanya untuk generasi sekarang tetapi juga generasi yang akan datang.Segala bentuk permodalan fisik,manusia dan lingkungan hidup harus dipenuhi.
Pemberdayaan :pembangunan harus dilakukan oleh masyarakat dan bukan hanya untuk mereka .Masyarakat harus berpartisipasi penuh dalam mengambil keputusan dan proses-proses yang mempengaruhi kehidupan mereka.
2. Pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan (growth center develepmen)
Pembangunan diarahkan pada pusat-pusat pertumbuhan berdasarkan potensi wilayah dengan target-target pertumbuhan ekonomi yang terukur,termasuk membangun simpul-simpul ekonomi/tataniaga untuk menghimpun komoditas /produk dalam skala ekonomi.
3. Pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan (sustainable development)
Pembangunan dengan memperhatikan ketersediaan potensi sumberdaya alam dalam rangka optimalisasi pemanfaatan secara berkelanjutan,yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang menjamin tetap terpeliharanya fungsi-fungsi ekosistem dari suatu wilayah,terutama untuk memberikan jaminan akan keberlangsungan produksi dan pendapatan masyarakat .
BAB VI
KEBIJAKAN DAN PROGRAM POKOK
1. AGENDA UTAMA I
Pengembangan kualitas sumber daya manusia
• Peningkatan dan pengembangan cakupan pendidikan
Selain menetapkan porsi anggaran pendidikan sesuai ketentuan peratuan perundangan ,prioritas pembangunan pendidikan akan dilakukan dengan prinsip-prinsip keberpihakan,perlindungan dan pemberdayaan terhadap stakeholder pendidikan yaitu guru,murid/siswa dan orang tua/wali murid /mayarakat.
- Peningkatan cakupan pendidikan dasar
Peningkatan cakupan pendidikan dasar terutama ditujukan untuk meningkatkan angka partisipasi murni (APM) dan ,menurunkan angka putus sekolah anak usia sekolah di desa-desa .Sasaran ini seiring dengan pemberian insentif terhadap guru-guru yang bertugas didesa,terutama didesa-desa terpencil .Pemberian insentif akan dimulai dengan memberikan semua hak-hak dan fasilitas pendukung yang memang perlu untuk mendukung tugas-tugasnya.Pemberian insentif akan diikuti dengan tindakan tegas terhadap para guru didesa-desa yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik (disinsetif)
- Peningkatan kualitas pendidikan menengah
Peningkatan cakupan pendidikan menengah ditujukan untuk meningkatkan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para siswa.Dukungan terhadap ketersediaan fasilitas pend idikan seperti laboratorium dasar,kelas komputer dan pengenalan terhadap teknologi terhadap tenaga informatika akan menjadi sasaran utama untuk memberikan pengetahuan tentang pengembangan sains dan teknologi,pengenalan pendidikan teknologi informatika untuk sekolah menengah juga ditujukan dalam rangka pengembangan keterampilan untuk hidup (life skill) siswa .
Sejalan dengan itu maka peningkatan kapasitas guru dan kualitas proses belajar mengajar akan diintensifkan.Anggaran dalam pengembangan pendidikan menengah akan dioprasionalkan secara langsung oleh sekolah,sebagai satuan kerja sesuai amanat konstitus,Seperti halnya pengembangan pendidikan dasar maka guru-guru pendidikan menengah juga akan diberikan insentif terutama dalam pemenuhan hak-hak mereka sesuai aturan dan juga dukungan terhadap kesejahteraan.
- Dukungan terhadap pendidikan tinggi .
Walaupun pendidikan tinggi merupakan kewenangan nasional,namun keberadaan pendidikan tinggi didaerah,Oleh karena itu kerjasama antara pendidikan tinggi didaerah dan pemerintah provinsi akan menjadi prioritas.kerjasama bukan hanya ditujukan untuk mengembangkan riset,tetapi juga peningkatan kualitas para dosen sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah,kerja sama dengan pendidikan tinggi juga ditujukan untuk mengembangkan lembaga penasehat dalam bentuk kelompok ahli(expert pool)
- Pencakupan penddikan informal
Peran pendidikan informal perlu semakin ditingkatkan,karena sasaranya adalah untuk memberikan keterampilan praktis bagi tamatan sekolah formal bahkan alumni perguruan tinggi ,pengalaman menunjukan bahwa ilmu yang telah diperoleh para lulusan pendidikan formal tidak serta dapat diterapkan,mereka membutuhkan tambahan keterampilan dan juga pendalaman yang lebih bersifat praktek penuh untuk dapat mengerjakan hal-hal yang bersifat pragmatis.
- Pengarusutamaan gender
Mengembangkan kemitraan sejajar dan memantapkan peran wanita dalam segala bidang kehidupan,secara kuantitas wanita merupakan komponen terbesar bangsa,walaupun demikian belum berperan secara signifikan dalam bidang-bidang setrategis seperti politik,social ekonomi dan pemerintahan,kedepan potensi keberadaan kaum wanita perlu ditingkatkan dan diberdayakan secara optimal.
- Peningkatan kualitas moral dan akhlak
Pembangunan sumber daya manusia berkualitas tidak sekedar ditujukan untuk membangun dan mengembangkan kapasitas intelektual dan jasmani tetapi juga harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas moral dan akhlak yang mulia,hal ini harus tercermin dari perilaku kemasyarakatan yang baik,taat kepada nilai-nilai keagamaan,nilai-nilai sosial budaya dan peraturan perundangan.
• Peningkatan dan pengembangan cakupan kesehatan
- Peningkatan pelayanan kesehatan individu
Peningkatan pelayanan kesehatan terutama ditujukan untuk mengembangkan system pelayanan kesehatan individu didesa-desa melalui pembangunan puskesmas,pustu dan polindes,peningkatan fasilitas kesehatan juga diikuti dengan pemberian insetif terhadap tenaga kesehatan juga diikuti dengan pemberian disinsentif kepada tugas yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,
Pada beberapa kabupaten akan dikembangkan rumah sakit rujukan yang akan dilengkapi dengan fasilitas pengobatan serta medical check-up yang memadai.Sedang ditingkat provinsi akan dikembangkan rumah sakit tipe B + yang berfungsi juga sebagai rumah sakit pendidikan guna mendukung penambahan dan peningkatan kualitas tenaga kesehatan untuk semua jenjang didaerah ini.
- Peningkatan kesadaran perilaku dan lingkungan sehat
Salah satu factor penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat adalah menciptakan perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat dalam masyarakat,atau dengan kata lain bahwa penekanan pada upaya pencegahan melalui pembinaan kesadaran perilaku sehat dan lingkungan sehat akan menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan kedepan,kata kunci dalam pelaksanaan peningkatan kesadaran Perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat adalah keterpaduan dan kerja sama lintas sektor , terutama dalam menetapkan program pembangunan di desa-desa , dengan mengembangkan pos layanan terpadu ( posyandu), pembinaan kader kesehatan masyarakat dan keluarga berencana.
2. AGENDA UTAMA II
Revitalisasi PEMERINTAHAN DAERAH
REFORMASI BIROKRASI : di tujukan untuk mengembangkan pengelolaan elemen –elemen dasar pemerintahan melalui penerapan prinsip-prinsip tata-kelola pemerintahan yang baik (good governace). Pengelolaan elemen-elemen dasar pemerintahan dimaksud meliputi
- Urusan pemerintahan yaitu kewenangan daerah untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan yang diserahkan ke daerah berdasarkan UU 32/2004, dengan tiga kriteria yaitu : eksternalitas, akuntabilitas dan efisiensi. Salah satu fokus kebijakan dalam penyerahan kewenangan pemerintahan adalah penyerahan kewenangan ke tingkat kecamatan dan desa , terutama yang berhubungan dengan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
- Kelembagaan ; kewenangan tidak mungkin dapat dilaksanakan jika tidak diakomodasi dalam kelembagaan. Ada dua jenis kelembagaan yang membentuk pemerintahan daerah yaitu kelembagaan untuk pejabat politik meliputi kelembagaan kepala daerah dan DPRD serta kelembagaan untuk pejabat karir yang terdiri dari perangkat daerah (secretariat, dinas, badan, kantor, kecamatan dan kelurahan). Berkaitan dengan pembinaan karir, maka perlu diperkuat fungsi dan peran Baperjakat. Dalam rangka mengembangkan pelayanan kepada masyarakat maka fokus pengembangan kelembagaan adalah mengembangkan kelembagaan kecamaandan desa/kelurahan sehingga mampu mengakomodasi kewenangan yang disentreslisasikan ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan .
- Personil; tersedianya personil untik mengelola dan menggerakkan kelembagaan dalam menjalankan kewenangan,terutama dikecamatan dan desa/kelurahan juga merupakan sala satu fokus untuk mengelola kegiatan-kegiatan masyrakat.sejalan dengan itu maka pengembangan kapasitas aparat pemerintah dikecamatan dan desa/kelurahan merupakan salah satu sasaran untuk memberikan pelayanankepada masyrakat kepada masyrakat dalam rangka pengembangan sektor-sektor ekonomi masyrakat dikecamatan dan desa/kelurahan.
- Pelayanan public: hasil akhir dari proses pemerintahan yaitu tersedianya sarana(goods)dan pelayana(services) yang dipelukan oleh masyrakat.Dalam konteks ini maka pertama pemerintah daerah harus dapa menyediakan public goods yaitu barang untuk kepentingan mas yrakat seperti jalan,jembatan,irigasi,gedung sekolah,pasar,terminal,rumah sakit,air bersih,dsb.pelayanan pemerintah yang berkaitan dengan Penyediaan sarana umum (public goods) merupakan bagian dari upaya pengembangan infrastruktur dasar untuk mendukung pembangunan social ekonomi terutama dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Pelayanan penting lainnya yang menjadi focus perhatian dalam pemberian kemudahan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk system pelayanan terpadu satu pintu (one-stop services) adalah pelayanan umum (public services) yaitu pengurusan perizinan dan pelayanan administrasi pemerintah. Sistem pelayanan prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat akan menjadi focus perhatian karena diharapkanmelalui pelayanan yang baik akan tercipta iklim investasi dan iklim berusaha yang lebih kondusif.
- Pengawasan ; ditunjukan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawah dalam rangka mengembangkan system pemerintahan yang efektif dan efisiaen. Bentuk-bentuk pengawasan meliputi: Pengawasan internal, pengawasan eksternal, pengawasan social/masyarakat dan pengawasan melekat. Dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan maka peningkatan pengawasan oleh masyarakat akan ditingkatkan dan akan menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah.
REFORMASI KEUANGAN DAERAH ( BUGET REFOM)
Salah satu prinsip yang akan digunakan dalam reformasi keuangan daerah adalah berdasarkan prinsip money follows function,maka daerah harus diberikan sumber-sumber keuangan yang berasal dari pajak dan retribusi (desentralisasi fisikal) maupun sumber-sumber dari dana perimbangan seperti subsidi bagi hasil.
- DESENTRALISASI FISIKAL KETINGKATB KECAMATAN DAN DESA
Penataan keuangan ditujukan untuk memberikan kewenangan yang lebih besar kepada kecamatan dan desa untuk mengelola dana pembangunan baik dalam bentuk hiba (block grant). Tujuannya agar kecamatan dan desa/kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah kepada masyarakat dapat memberikan pelayanan optimal serta mampu mendorong pembangunan diwilayahnya masing-masing. Hal ini sejalan dengan reformasi birokrasi yang akan dilakukan ditingkat kecamatan dan desa/kelurahan yaitu dengan membenahi dan meningkatkan kapasitaskelembagaan dan aparat desa/kelurahan melalui desentralisasi kewenangan.
Dengan demikian bukan saja kelembagaan dan aparat serta kewenangan yang diturunkan ketingkat kecamatan dan desa/kelurahan, tetapi juga kewenangan pengelolaan keuangan dam bentuk block grant (open menu)kepada kecamatan dan desa/kelurahan juga dilakukan.Demikian pula dengan program bantuan instansi sektoral ketingkat kecamatan dan desa/kelurahan akan dilakukan secara sinergi dengan program-program ditingkat kabupatendan kota.Pemerintah provinsi hanya menetapkan besaran bantuan dalam bentuk program dan kegiatan untuk disinkronkan dengan program kegiatan kabupaten/kota,dimana bantuan program dari pemerintah provinsi disesuaikan dengan lokasi-lokasi program dan kegiatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten dan kota.ini dimaksudkan untuk menghindari tumang tindih program dan kegiatan antara provinsi dan kabupaten/kota tetapi juga sekali gus mendorong sasaran pembangunan yang lebih besar kepada masyarakat dikecamatan dan desa / kelurahan.
3. AGENDA UTAMA III
PEMBANGUNAN EKONOMI
• PENINGKATAN INVESTASI DAERH
Untuk menumbuhkan perekonomian wilayah maka perlunya adanya pusat-pusat pertumbhan yang ditetapkan berdasarkan potensi sumberdaya lokal setempat.Hal ini sejalan dengan strategi pendekatan yang dikemukakan yaitu menciptakan pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan.Berkaitan dengan kebijakan peningkatan investasi daerah maka akan dilaksanakan dua program pokok yaitu:
- PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAERAH
Penyediaan informasi yang jelas dan akurat merupakan salah satu cara jitu untuk memperkenalkan dan mempromosi potensi sumberdaya yang dimiliki oleh suatu daerah.Dalam kaitannya dengan investasi maka ketersediaan informasi akan memberikan kesempatan kepada investor untuk melihat lebih jauh akan berbagai kemungkinan dam kelayakan usaha yang dapat dikembangkan, terutama dalam bentuk investasi.
- PENGEMBANGAN IKLIM INVESTASI YANG KONDUSIF
Ketersediaan system informasi harus diikuti dengan upaya-upaya untuk memberikan pelayanan prima, sehingga investor merasa nyaman dalam mempersiapkan dan melaksanakan investasi. Birokrasi yang panjang dan berbelit,tariff yang tidak transparan, waktu penyelesaian perizinan yang tidak menentu, merupakan hal-hal yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi sehingga investor enggan untuk menanamkan modalnya. Dilain pihan satu cara jitu untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi adalah dengan mendorong terjadinya investasi di daerah.
• PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS KOMODITAS
Sejak Indonesia mengalami krisis ekonomi Tahun 1998 hingga saat ini belum memperlihatkan pendekatan penanganan yang tepat terhadap pembangunan ekonomi terutama ekonomi masyarakat. Upaya-upaya pemberdayaan melalui penyediaan dana pemberdayaan modal kerja (input produksi),tidak memperlihatkan hasil yang nyata.oleh karena itu perlu dilakukan stategi pendekatan yang lebih bersipat produktif (pendekatan dari sisi produksi) ketimbang sekedar penyediaan modal kerja.
Kondisi masyarakat yang serba terbatas saat inisangat riskan untuk mengajak mereka berpikir produktif,beberapa hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagai besar modal kerja yang diperoleh oleh para pengusaha kecil digunakan untuk konsumsi .sedang dana-dana pemberdyaan masyrakat melalui bantuan pemerintah sangat kecil bahkan ada yang sama skali tidak dipergunakan untuk usaha-usaha produktif,sesuai tujuan pemberian bantuan,ke depan pendekatan pembangunan ekonomi masyarakat akan lebih tertekan pada sisi produksi melalui pengembangan pasar-pasar transaksi ditingkat local serta kebijakan perlindungan sumber-sumber pendapatan masyarakat dan pengembangan lembaga-lembaga penjamin.
- PENGEMBANGAN SIMPUL-SIMPUL KOMODITAS SKALA EKONOMI
Sulawesi Tenggara termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya pertanian dalam arti luas dan kelautan yang cukup potensial. Ketersediaan sumberdaya ini perlu dikelola secara optimal dalam rangkapeningkatan pendapatan masyarakat. Walaupun sumberdaya yang tersedia cukup potensial seperti kakao,jambu metedan hasil laut yaitu ikan,udang teripang dan lain-lain, tetapi belum dapat tersedia dalam skala ekonomi. Potensi yang perlu terkum[pul pada titik –titik tertentu sehingga secara kuantitas dapat memberikan keuntungan. Untuk itu maka perlu dikembangkan kebijakan pengembangan simpul-simpul tataniaga komoditas agar dapat mencapai skala ekonomi, Pengembangan simpul-simpul ekonomi inin akan diikuti dengan pengembangan sarana pendukung seperti pergudangan dan fasilitas pendukung yang dapat dilaksanakan oleh pemerintah atau pihak swasta
- PENGEMBANGAN SISTEM PROTEKSI DAN SUBSIDI UNTUK PERLINDUNGAN SUMBER-SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT
Upaya pengembangan simpul-simpul komoditas sebagaimana diuraikan diatas akan diikuti dengan kebijakan untuk melindungi sumber-sumber pendapatan masyarakat dan memberikan subsidi untuk pengembangan usahanya.
Perlindungan sumber-sumber pendapatan dapat dilakukan secara langsung yaitu menetapkan areal tangkap untuk kegiatan perikanan, memberikan kuota dalam bentuk ruang/los pada pasar-pasar yang dibangun oleh pemerintah atau swasta dengan negosiasi secara terbuka dan bertanggung jawab,menetapkan harga dasar komoditas dan menyiapkan dana untuk pembelian berdasarkan harga dasar yang ditetapkan dan lain-lain.Sedangkan memberikan subsidi dapat dilakukan dengan cara memberikan kredit murah melalui dana pemerintah yang dialokasikan untuk modal usaha dibank tertentu. Melalui upaya-upaya pemberdayaan seperti ini pendekatan pembangunan ekonomi masyarakat lebih didekati dari sisi produksi, dimana bukan lagi ada proposal ada uang, tetapi ada produksi ada uang. Jadi pemerintah lebih menyiapkan dana pemberdayaan untuk usaha-usaha produktif dalam kontekstransaksi pasar.
- PENGEMBANGAN LEMBAGA PENJAMIN MUTU
Pengembangan lembaga penjamin lebih ditekankann pada pemberian advokasi kepada masyarakat. Penggunaan dana pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat yang ada di Bank dilakukan melalui odvokasi dan pembinaan lembaga penjamin.dengan demikian penggunaan dana pemerintah oleh masyarakat tidak hanya layak usaha secara financial, tetapi juga layak secara ekonomi, yang diadvokasi oleh lembaga penjamin untuk memberikan kepastian dalam menjamin keberhasilan usahanya.
4. AGENDA UTAMA IV
MEMANTAPKAN PEMBANGUNAN BUDAYA DAERAH
Sulawesi tenggara dikenal dengan keragaman dan keunikan budaya yang tersebar di kabupaten- kabupaten dan kota bahkan hingga di beberapa kecamatan memiliki budayaddengan cirri tersendiri.kondisi seperti ini tertentu saja merupakan potensi pembangunan terutama dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan serta juga merupakan salah satu potensi pariwisata dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat.
- PENGEMBANGAN SENI BUDAYA MASYASARAKAT
Pengembangan seni budaya meliputi pengembangan seni tari daerah,seni musik(lagu-lagu daerah) dan seni rupa.
- PENGEMBANGAN SITUS BUDAYA
Sulawesi tenggara dikenal dengan daerah yang memiliki situs budaya bernilai tinggi,seperti keraton buton dan situs lainnya di berbagai kabupaten/kota.
5. AGENDA UTAMA V
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DASAR
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KEWILAYAHAN
Pembangunan infrastruktur kewilayahan adalahdalam rangka menjalankan fungsi elemen dsar pemerintahan dalam memberikan pelayanan publik yaitu penyediaan sarana dan prasarana umum (public goods)seperti jalan,jembatan,dermaga,rumah sakit,pasar pengudangan dan lain-lain.penyediaan public goods,disinkronkan dengan upaya-upaya pelayanan pemerintah dan juga untuk mendukung pengembangan simpul-simpul tataniaga untuk membangun ekonomi masyarakat.dengan demikian prioritas pembangunan secara prasarana kewilayaan ditetapkan berdasarkan prioritas pengembangan sector-sektor produksi lainnya seperti pusat-pusat pemukiman masyarakat (petani), sentra-sentra produksi pertanian,kawasan-kawasan tumbuh cepat, pintu keluar komoditas dan lain-lain, atau secara ringkas pembangunan sarana prasarana kewilayaan harus berdasarkan pada upaya untuk mendukung pengembangan sector-sektor produksi.
- PEMBANGUNAN SARANA PRASARANATRANSPORTASI TERPADU DITINGKAT WILAYAH
Untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat maka penyediaan transportassecar terpadu yaitu yaitu interkoneksi antara modal dengan ukuran modal akan menjadi perhatian pemerintah provinsi.jenis-jenis modal angkutan haeus ditata sedemikian rupa sehingga dapat mendukung satu dengan yang lainnya dalam memperlancar arus barang, penumpang, dan jasa serta dalam menciptakan simpul-simpul tatniaga. Demikian pula dengan ukuran modal angkutan harus disesuaikan berdasarkan kebutuhan sehingga secara ekonomi menguntungkan dan juga mampu untuk memperlancar angkutan penumpang barang dan jasa
Sejalan dengan pengembangan moda angkutan secara terpadu, pembangunan sarana prasaranapendukung seperti pergudangan, terminal dan dermaga juga menjadi perioritas dalam rangka mendukung pembentukan simpul-simpul tataniaga seperti diuraikan terdahulu.pembangunan sarana pendukung tingkat wilayah sebagaimana dimaksud disinkronkan dengan rencana pengembangan sentra-sentra produksi dan kawasan tumbyh cepat yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.
- PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA TELEKOMUNIKASI DAN TELECENTRE,UNTUK PELAYANAN PEMERINTAHAN DAN PEREKONOMIAN
Globalisasi dalam hubungan pemerintahan dan ekonomi (perdagangan) menuntut tersediannya system informatika dan telekomunikasi secara lebih merata. Dewesa ini pengembangan system informasi hingga kedesa-desa secara tekhnis tidak ada lagi hambata, karena cukup tersedia sumberdaya energy listrikdalam berbagai bentuk,demikian juga dengan teknologi informatika. Bila dikaitkan dengan pengembangan pendidikanmenengah maka sekolah-sekolah menengah yang berada dikecamatan dapat dijadikan sebagai pusat-pusat informasi terutama untuk pengembangan ekonomi dalam bentuk telecentre atau BDS (business development centre) dan lain-lain.
- PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA AIR BERSIH
Air bersih bagi masyarakat didesa maupun dikota merupakan kebutuhan yang sangat esensial. Selain air bersih dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari, ketersediaan air bersih juga berkaitan dengan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat. Pemyakit-penyakit yang disebabkan oleh konsumsi air yang tercemar seperti diare termasuk dalam 10 penyakit utama yang diderita masyarakat.oleh karena itu salah satu prioritas pembangunan dalam lima tahunkedepan adalah mempercepat penyediaan air bersih hingga kedesa-desa.
- PEMBANGUNAN ENERGI ALTERNATIF, DENGAN MEMANFAATKAN TENAGA AIR, SURYA DAN DINGIN.
Dari banyak hasil penelitian diketahui bahwa energy listrik memiliki peranan yang sangat besar dalam mendukung aktivitas manusia,baik sebagai penerang, penggerak ekonomi, pelayanan pendidikan dan kesehatan serta dalam pengembangan tegnologi informatika dan komunikasi. Ketersediaan energy listrik dengan menggunakan mesin diesel saat ini merupakan salah satu pilihan utama, walau bahan bakar minyak saat ini cukup langka dan mahal terutama di desa-desa. Oleh karena itu penggunaan energy alternative merupakan alternative yang perlu dicarikan jalan keluarnya. Pembangkit energy skala kecil untuk mendukung aktifitas masyarakat dengan menggunakan sumberdaya terdekat seperti tenaga air (micro-hydro), tenaga angin dan tenaga surya perlu dikembangkan mengingat sumberdaya seperti disebutkan itu cukup tersedia setiap saat. Yang perlu dipikirkan adalah penyediaan tenaga pengelola dan sarana pendukungnya.
Pembanguna energy listrik dalam lima tahun kedepan terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di desa-desa akan menjadi prioritas dalam membangun kesejahteraan masyarakat Sulawesi tenggara.
• PEMBANGUNANSARANA PRASARANA DESA DAN KECAMATAN
Salah satu upaya untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dipedesaan dan masyarakat miskin perkotaan adalah dengan memberikan pelayanan yang nyata dan berdimensipemberdayaan. Keternatasan sarana dan prasarana pendukung merupakan salah satu kendala berkembangnya aktifitas social ekonomi masyarakat. Sesuai dengan komitmen membangun masyarakat yang notabene berada dipedesaan maka pengembangan sarana prasaran desa dan kecamatan adalah merupakan salah satu kunci dalam mendorong perkembangan kecamatan desa.
Salah satu cara yang akan di tempuh adalah dengan mengembangkan ibukota kecamatan sebagai pusat pertumbuhan. Masyarakat didesa-desa tidak harus selalu pergi ke ibukota kabupaten/provinsi untuk dapat memenuhi kebutuhannya, tetapi cukup di ibukota kecamatan mereka yang telah dapat memenuhi kebutuhan, untuk menjualproduknya dengan harga dasar yang ditetapkan oleh pemerintah, atau untuk berbelanja kebutuhan pokoknya dan juga hiburan,. Oleh karena itu ibukota kecamatan terutama yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten perlu disediakan berbagai fasilitas dan ditata dengan bai, penataan ibu kota kecamatan juga ditujukan untuk menggerakan dan mendorong pembangunan pusat-pusat pemerintahan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. Karena pengalaman menunjukkan bahwa banyak perkembangan kota menjadi sangat semraut bila tidak tertata sejak awal.
Dalam lima tahun kedepan pembangunan ekonomi masyarakat terutama dalam menciptakan simpul dan jaringan tataniaga maka ibukota kecamatan akan menjadi salah satu sasaran pengembangan. Pengembangan ibukota kecamatan sebagai pusat pelayanan masyarakat, pusat pemerintahan dan pusat pertumbuhan ekonomi akan dilakukan dengan mengembangkan tata ruang ibukota kecamatan, membangun sarana prasarana pemerintahan membangun sarana prasarana perhubungan/ transportasi, telekomunikasi, air bersih dan energy listrik alternative.
BAB VII
PENUTUP
Membangun kesejahteraan Masyarakat Sulawesi tenggara, akan dilakukan dalam upaya-upaya nyata serta pragmatis yang di upayakan secara bersama-sama kewenangan yang telah di atur dalam peraturan perundangan yang dimiliki seperti Undang-undang pemerintahan daerah yang membagi Kewenangan antara Pemerintah Provinsi dan kabupaten/Kota harus dilihat sebagai potensi untuk berkerjasama antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, bukan sebaliknya. Untuk itu perlu membangun sinergi dalam rangka memberikan pelayanan yang baik sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesejahteraan masyarakat bukanlah sekedar komoditas politik untuk menarik simpatik rakyat dalam berkampanye, tetapi harus diupayakan secara nyata. Obsesi untuk membangun kesejahteraan masyarakat merupakan cita-cita kita semua para pemimpin daerah ini siapapun yang mendapat kesempatan dan kepercayaan masyarakat semoga Allah SWT senantiasa memberiokan hidayah kepada kita semua dalam menjadi PEMIMPIN YANG AMANAH, Amin!!
SULAWESI TENGGARA
WAKIL GUBERNUR GUBERNUR
H. SALEH LASATA H. NUR ALAM















Pemerintahan