Profil Gubernur & Wakil Gubernur

Posted: Nov 10, 2013 Kategori: Profil

Kinerja gemilang Gubernur Sultra, H Nur Alam SE MSi kembali mendapat apresiasi dari pemerintah RI. Tidak tanggung-tanggung, putra Isruddin Lanai kelahiran Konda, 9 Juli 1967, itu dianugerahi penghargaan Bintang Maha Putra Utama. Prestasi membanggakan penganugrahan Bintang Maha Putra Utama merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada putra-putri terbaik negeri ini yang telah berjasa sangat luar biasa diberbagai bidang yang bermanfaat bagi keutuhan, kelangsungan dan kejayaan bangsa dan negara, serta dalam pembangunan.

Penyematan penghargaan dilakukan langsung oleh Presiden SBY di Istana Negara, Selasa 13 Agustus 2014. Penghargaan ini sangatlah prestisius dan spesial, mengingat Nur Alam adalah putra daerah Sultra pertama yang berhasil mendapat penghargaan ini. Penyematan penghargaan tahun ini, Nur Alam merupakan satu-satunya gubernur di Indonesia yang mendapat penghargaan, Ia disejajarkan dengan sembilan menteri lainnya yang juga mendapat penghargaan Bintang Maha Putra Utama yakni, Ketua MK Prof Dr Mahfud MD, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Setkab Letjen (pur) Sudi Silalahi, Prof Dr Purnomo Yusgiantoro, Ir Jero Wacik, Ir Joko Kirmanto, Prof Dr Ir Muh Nuh Dea,. Dr H Surya Darma Ali MSi, Dr Marie Eka Pangestu.

Penghargaan Bintang Maha Putra Utama tersebut diberikan setelah tim melakukan penilaian secara seksama berbagai prestasi dan kinerja Nur Alam dalam pembangunan. Apalagi, Nur Alam juga telah mendapat tiga Satyalancana dari pemerintah RI, yaitu Satyalancana Pembangunan di Bidang Koperasi, Satyalancana Pembangunan Wirakarya di Bidang Pertanian, dan Satyalancana di Bidang Keluarga Berencana.

Setelah melihat laporan tim yang menilai dan mengevaluasi para putra putri terbaik bangsa yang layak mendapat penghargaan dari negara, maka Presidan SBY menilai Nur Alam tepat untuk mendapat penghargaan Bintang Maha Putra Utama dan menyandang pengahargaan membanggakan tersebut.

Penilaian untuk mendapat penghargaan dari pemerintah RI, sangatlah ketat. Selain harus menunjukkan prestasi yang luar biasa, penerima juga harus dinyatakan bersih, yakni harus  ada rekomendasi dari Kejagung, Kapolri, Menteri Hukum dan Ham serta KPK, yang menerangkan kandidat clean and clear. Berbagai prestasi itu diantaranya, berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama lima tahun terakhir, dengan angka rata-rata 8,4 persen. Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas itu memberikan dampak pada penurunan tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran yang signifikan dan jumlah tenaga kerja yang bekerja di sektor formal semakin meningkat serta rasio investasi terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) yang semakin meningkat.

Kepemimpinan Nur Alam berhasil menjaga swasembada pangan Sultra, percepatan perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM,  dan kerjasama dengan lembaga dan negera donor, perbaikan tata kelola pemerintahan menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP), pilot project LPSE, dan berhasil mengelola pinjaman dana dari pemerintah melalui PIP.  Menggagas dan melaksanakan program inovatif Bahteramas, yang meliputi pemberian bantuan pendidikan, kesehatan gratis sampai rawat inap kelas III secara gratis serta pemberian block grant. Nur Alam juga mengagas dan memperjuangkan adanya kawasan ekonomi khusus yang kemudian diadopsi oleh MP3EI. (Fany)

Wakil Gubernur Sultra Brigjen Purn H.M Saleh Lasata lahir di Raha Kabupaten Muna tanggal 17 Juli 1942. Ayahnya bernama Muhamma dan ibunya bernama Waode Baria. Lahir dan besar di daerah kepulauan yang kala itu transportasi untuk keluar derah masih sangat minim tidak membuat Saleh gentar untuk terus berpacu menggapai cita-citanya.

Wagub yang dikenal baik dan bersahaja ini adalah Lulusan Akabri Darat, meski berlatar belakang militer, Wagub adalah sosok.yang tidak kaku dan low profile. Saleh memulai karier militer menjadi BA Pelatih di Pusdik Armed Cimahi Jawa Barat sejak 1962-1965, menjadi Danton, Dan Rai, Kasi 2 dan Kasi 1 di Yon Armed 15 Kodam IV/SWJ Palembang tahun 1969-1978.

Karier militer Saleh Lasata terus menanjak, ia menjadi Gumil Gol. VI, Karo Tindak, Karo Turbak Pusdik Armed Cimahi tahun 1978-1980. Pada tahun 1980-1982 menjadi Wadan Yon Armed 4 Kodam III/Siliwangi Cimahi, lalu menjabat Dan Yon Armed Kodam III/SLW Cipanas Jawa Barat tahun 1983-1986. Menjabat Dandim 0620 Cirebon tahun 1987-1988, Dandim 0608 Cianjur tahun 1987-1988. Wakil Aisten Sospol Kodam III/SLW Bandung, Asisten Sospol Kodam VIII/TKR Jayapura, Paban III Mabes ABRI Jakarta.

Cerdas dan berdedikasi tinggi Saleh Lasata kembali mendapat jabatan strategis menjadi Bupati/Kepala Daerah di Kabupaten Muna Sultra tahun 1995-1997. Menjabat Ketua DPRD Provinsi Sultra pada tahun 1997-1999 dan pensiun dengan pangkat Brigjen Purn. Berkiprah di Partai Politik (PDIP) dan menjadi Caleg DPRD Sultra Dapil Muna, tahun 2004 Saleh terpilih menjadi anggota DPRD Prov Sultra menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Prov Sultra.

Saat Pilkada Gubernur Sultra tahun 2007 lalu Saleh Lasata maju berpasangan dengan Nur Alam dengan akronim NUSA yang akhirnya memenangkan Pilkada dan dilantik oleh Mendagri Mardiyanto tanggal 18 Februari 2008 dan Kembali terpilih di Pilgub 2012 lanjut mendampingi Nur Alam untuk Periode II 2013-2018.

Wagub Sultra menikah dengan Hj Itoh Tohariah asal Serang Banten tanggal 18 Agustus 1969 dikarunia tiga orang anak masing H.Rony Sjahrun ST MM, H. Budi Prabu ST dan Henny Henrita SE. Ketiga putra putrinya telah berkeluarga dan Saleh kini memiliki 8 orang cucu. "Jabatan adalah amanah yang harus di emban, ketika kita masih diberi kepercayan kita harus laksanakan dengan baik. Ketika saatnya kita pensiun dan tidak bekeja lagi kita harus menjalaninya dengan senang hati karena semuanya itu adalah anugrah," Kata bijak yang selalu diungkapkan Saleh Lasata disetiap kesempatan melantik pejabat eselon II lingkup Penprov Sultra. (Fany)

Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.